Per Maret ini, wabah covid-19 yang disebabkan oleh virus korona mulai memasuki Indonesia dan sudah memakan puluhan korban dari segala lapisan masyarakat. Hal ini pun membuat panik semua orang, tak terkecuali saya. Tak sedikit orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual berbagai alat kebersihan, salah satunya hand sanitizer. Namun, kira-kira mana sih yang lebih efektif? Cuci tangan atau cukup dengan hand sanitizer?
Virus korona diselubungi oleh suatu membran yang tersusun dari molekul lemak dan terdapat protein-protein seperti paku sehingga penampakannya terlihat seperti mahkota. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sudah terbukti efektif membunuh kuman. Sabun memilik sifat alami molekul yang mampu merusak struktur virus.
Pada molekul sabun, terdapat bagian yang dapat mengikat air, dan bagian yang dapat mengikat lemak. Saat kita mencuci tangan, molekul sabun yang dapat mengikat lemak akan berikatan dengan molekul lemak virus dengan cara merobek membran virus tersebut. Kemudian molekul sabun akan menangkap sisa bagian virus dan akan larut bersama air.
WHO menyatakan tidak ada bukti sabun antiseptik lebih ampuh membunuh virus dibandingkan dengan sabun biasa. Bahkan terlalu sering menggunakan sabun antiseptik mampu menyebabkan gangguan pada kulit seperti dermatitis. Artinya, sabun jenis apapun efektif membunuh kuman.
Lalu jika dibandingkan dengan Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Efektif?
Hand sanitizer dengan kadar alkohol diatas 60% efektif membunuh kuman, namun tetap lebih baik mencuci tangan dengan sabun dan air. Hanya digunakan hanya jika kita kesulitan menemukan air dan sabun.
Dilihat dari keefektifitasannya, sabun akan membersihkan kuman dan virus secara keseluruhan pada tangan karena ketika sebelum pakai sabun, kita membasahi tangan dengan air dan sabun akan menyebar disemua bagian tangan ketika kita gosok. Alkohol belum tentu akan menyebar ke seluruh tangan, apalagi jika tidak digosok secara merata. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki sifat cepat menguap (mengering) di tangan, sehingga bukan tidak mungkin jika alkohol sudah menguap sedangkan masih banyak sela-sela tangan, kuku, dan jari yang belum terkena alkohol.
Ketika mencuci tangan, sabun akan membunuh seluruh bakteri dan tidak meninggalkan residu (debu, sisa sampah) di tangan ketika dibilas dengan air mengalir. Hand Sanitizer tentu akan meninggalkan residu di tangan.
Jika dilihat dari efek sampingnya, mencuci tangan dengan sabun berkali-kali tidak akan menambah resistensi kuman (virus dan bakteri) di tangan serta tidak menimbulkan efek samping. Berbeda dengan hand sanitizer yang mampu membuat kuman menjadi kebal setelah menggunakan hand sanitizer, sehingga beberapa pakar mengatakan harus tetap mencuci tangan setelah maksimal 5x menggunakan hand sanitizer. Kandungan alkohol pada hand sanitizer juga mampu membuat kulit menjadi kering, pecah-pecah, kusam, iritasi, dan kulit menipis, yang malah mampu mempermudah kuman menempel di tangan.
Maka dari itu, rutin cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun walaupun dengan sabun biasa sebenarnya sudah cukup efektif, asalkan sesuai dengan panduan WHO yaitu minimal 20 detik dengan gerakan di bawah ini:
1. Basahi tangan dengan air mengalir
2. Ambil sabun secukupnya
3. Gosok pada telapak tangan secara bersamaan (keran air disini boleh dimatikan dulu ya biar hemat hehehe)
4. Gosokan pada jari dan jempol
5. Gosok kuku pada telapak tangan dengan gerakan memutar berlawanan jarum jam
6. Godok punggung tangan
7. Bersihkan sabun dengan air mengalir
8. Keringkan tangan


Komentar
Posting Komentar